Khowathir Qur’aniyah: Q.S. Al-Baqarah (Juz 2-3)

Kandungan Q.S. Al-Baqarah terbagi menjadi 3 bagian:

  1. Ayat 1-141 (Juz 1), berisi tentang kisah kepemimpinan-kepemimpinan terdahulu, mencakup kepemimpinan yang gagal dan yang berhasil, antara lain kisah Nabi Adam ‘alaihissalaam, kisah Bani Israil, dan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam.
  2. Ayat 142-283, berisi tentang perintah dan larangan agar dapat bertaqwa dan memegang kepemimpinan.
  3. Ayat 284-286, penutup.

Perintah dan Larangan agar Dapat Memegang Kepemimpinan

Ayat 142

Taat

Juz 2 diawali dengan ujian ketaatan umat muslim. Ujian ketaatan ini berupa pemindahan kiblat dari Baitul-Maqdis/Masjidil-Aqsha ke Masjidil-Haram. Pada Q.S. Al-Baqarah, pilar pertama adalah taat.

Ayat 143

Mandiri: perpindahan kiblat ke Masjidil-Haram

Dahulu, pada zaman Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, arah kiblat menghadap ke Masjidil-Haram. Kemudian, pindah ke Masjidil-Aqsha, dan pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan perpindahan kiblat kembali ke Masjidili-Haram.

Selain ujian ketaatan, perintah perpindahan kiblat ini juga menunjukkan pentingnya kemandirian umat. Apa yang dimaksud dengan mandiri dalam hal ini? Baitul-Maqdis merupakan kiblat kaum Yahudi. Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan perpindahan kiblat umat muslim untuk membedakan muslim dengan Yahudi, agar umat muslim tidak disebut sebagai kaum pengekor/ikut-ikutan, melainkan kaum yang mandiri.

Moderat: sa’i dari bukit Shafa ke bukit Marwah

Dahulu, kaum Yahudi juga melakukan sa’i dari Shafa ke Marwah, di mana terdapat patung Asaf dan Nailah. Perintah sa’i dari Shafa ke Marwah untuk muslim membuat sahabat bertanya-tanya mengapa turun perintah ibadah yang serupa dengan kaum Yahudi, kemudian turunlah Q.S. Al-Baqarah: 158 yang kenjelaskan bahwa Shafa dan Marwah merupakan syiar Allah. Selain itu, ibadah ini mengandung hikmah dari kisah Siti Hajar.

Perintah untuk sa’i yang serupa dengan kebiasaan kaum Yahudi ini juga menunjukkan bahwa umat muslim merupakan umat moderat/pertengahan/adil (“ummatan washathan”), harus ada keseimbangan dalam kemandirian.

Pada ayat ini juga disebutkan bahwa kita bisa menjadi saksi atas perbuatan orang lain di hari kiamat, baik karena kebaikannya maupun keburukannya. Orang yang mati syahid, hafizh Quran, bisa menjadi syafaat di hari kiamat.

Ayat 177

Pada ayat ini dijelaskan perintah kebajikan secara lengkap, yaitu mencakup aqidah, ibadah, muamalah dan akhlak yang baik. Kebajikan bukan hanya pindah kiblat.

Hukum-Hukum Islam

Pada juz 2 ini juga terdapat banyak penjelasan tentang hukum-hukum Islam.

Ayat 178: Hukum pidana
Ayat 180: Hukum perdata
Ayat 183: Ibadah
Ayat 187: Suami-istri

Persamaan dari keempat ayat tersebut adalah diakhiri dengan kata taqwa. Artinya, tujuan akhir dari semua ibadah agar dapat menjadi orang yang bertaqwa.

Taat, kemandirian, bertaqwa, hanya mengharap ridha Allah.

Al-Quran (pada surah ini) disusun mulai dari penjelasan hukum-hukum pidana, lalu peribadatan. Susunannya menunjukkan bahwa Islam komprehensif, mencakup semua aspek, antara hukum/topik yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan.

 

Ayat 190-191

Perintah jihad di jalan Allah, diperintahkan untuk perang tetapi jangan melampaui batas.

Ayat 195

Perintah menginfakkan harta di jalan Allah.

Ayat 196-200: Haji.

Ayat ini merupakan jawaban dari doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam pada ayat 128 (memohon petunjuk tat acara melakukan ibadah haji. Haji merupakan puncaknya ibadah, untuk dapat melaksanakannya dibutuhkan persiapan fisik, mental, dan rohani.

Rukun Islam tidak dijelaskan secara rinci di Al-Quran, kecuali di surah Al-Baqarah, mencakup syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Tata cara ibadah, perintah dan syariat terdapar dalam kandungan surah Al-Baqarah bagian 2.

Ayat 208

Perintah untuk masuk Islam secara kaaffah (sempurna), artinya tidak mengambil (untuk melaksanakan) hanya sebagian lalu meninggalkan sebagian lain.

Ayat 221-223. Hukum pernikahan

Penjelasan mengenai pernikahan, perceraian, aturan keluarga, dan khitbah. Membangun keluarga merupakan hal yang sangat berat, dibutuhkan persiapan. Persiapan terpenting adalah taqwa.

Ayat 246-252

Kisah tentang pengikut Thalut yang diuji dengan sungai untuk minum. Hikmahnya, kewajiban menaati pemimpin (yang beriman) ketika berjamaah.

Ayat 255

“Ayat Kursi” tentang kekuasaan Allah

Ayat 258-260

Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam

Ayat 276-278

Sistem perekonomian

Ayat 282

Muamalah

Ayat 285

Pada ayat 93, dicontohkan kepemimpinan yang gagal, ketika yang dipimpin mengatakan “kami dengar dan tidak menaati”. Pada ayat 285, yang dipimpin mengatakan “kami dengan dan kami taat”, ini merupakan contoh pemimpin yang berhasil. Kepemimpinan yang berhasil juga butuh orang-orang yang dipimpin yang baik.

Ayat 286

Doa ketika sudah berusaha tetapi masih tidak mampu, memohon pertolongan dan ampunan Allah.

Keutamaan Q.S. Al-Baqarah

  • Rasulullah mengangkat orang yang hafal Al-Baqarah, di hari kiamat dia menjadi awan yang memberikan naungan.
  • Rumah yang dibacakan Al-Baqarah tidak dimasuki setan.

 

Sumber:

Liqo 21 (18 Februari 2017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s