Hukum dan Sunnah Puasa Ramadhan

Nasihat Ramadhan #2: Hukum dan Sunnah Puasa Ramadhan


{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ} [البقرة : 183]

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. Al-Baqarah/2: 183)

Ulama salaf* berdoa:

“Anugerahkan kepada kami kesungguhan, kekuatan… dan jauhkan dari fitnah di bulan Ramadhan”

Marilah kita sambut bulan Ramadhan.

Perintah shaum di bulan Ramadhan terdapat di Q.S. Al-Baqarah(2) ayat 183. Pada ayat tersebut, shaum Ramadhan diperintahkan bagi orang yang sudah/telah beriman (kata aamanu pada ayat tersebut merupakan fi’il madhi, yang merupakan bentuk kata kerja lampau, yang berarti “sudah” beriman).

Pembuktian beriman dengan shaum di bulan Ramadhan (kutiba ‘alaikum ash-shiyam). Salah satu sifat orang beriman yaitu apabila disebut nama Allah, hatinya bergetar.

“Ramadhan Bulan Optimalisasi Iman, Ilmu, dan Amal”

Berlomba-lombalah dalam kebaikan (fastabiqulkhairat). Misalnya, prioritaskan sahur, tarawih, puasa, dan membantu orang lain.

Jadwalkan agenda di bulan Ramadhan, termasuk muhasabah (menghisab/introspeksi diri). “Hisablah sebelum dihisab”

Sunnah di bulan Ramadhan

Secara bahasa, sunnah artinya teladan, contoh, tabiat, jalan. Sunnatullah artinya ketentuan Allah (hukum, perintah, larangan). Sunnaturrasul artinya perbuatan, perkataan rasul. Sunnatul ummah/mu’min berarti nasihat, contoh-contoh baik, tausiyah, dll. dari para sahabat rasul, ulama (sebagai penerus rasul), pembawa risalah nabi yang juga perlu diikuti, walaupun ulama tidak membuat hadits.

Kita harus kembali pada sunnah.

Dalam ilmu fiqih (menurut para ahli), wajib berarti apabila dilakukan mendapatkan pahala, apabila tidak dilakukan berdosa, sedangkan sunnah berarti apabila dilakukan mendapatkan pahala, apabila tidak dilakukan tidak apa-apa (tidak berdosa).

Puasa merupakan ibadah wajib, namun ada toleransi, contohnya untuk musafir, ibu menyusui, dan lain-lain.

Sunnah terbagi menjadi sunnah sayyiah dan sunnah hasanah. Barangsiapa memberikan contoh sunnah hasanah dalam Islam, akan mendapatkan pahala sampai hari kiamat. Barangsiapa memberikan contoh sayyiah, pahala keburukannya sampai hari kiamat, tanpa dikurangi sedikitpun.

Beberapa contoh sunnah:

  • Tarawih (sunnah ummat)
  • Membaca Al-Quran (sunnah rasul, menurut ahli fiqih wajib)
  • Makan sahur (sunnah, ada berkah)
  • Shalat berjamaah, ta’limdzikir (sumber dari Al-Quran dan sunnah)
  • Para ulama mengembangkan sunnah ummah (contohnya cara-cara dalam melaksanakan sesuatu)

Wallahu A’lam.


*Ulama salaf adalah ulama generasi awal, 500 tahun setelah Rasulullah SAW wafat, sedangkan ulama khalaf adalah ulama setelah 500 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW

 

sumber:

Ceramah tarawih, 2 Ramadhan 1436 H / 18 Juni 2015 oleh Ust. Asep

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s