Rindu.

Assalamu’alaikum.

Beberapa waktu lalu, saya lagi ngerjain tugas kuliah yang agak nguli. Tiba-tiba terngiang lagu dari sebuah grup nasyid, Raihan.

“Alangkah indahnya hidup ini, andai dapat kutatap wajahmu. Kan pasti mengalir air mataku kerna pancaran ketenanganmu

Yaa Rasulullah, Yaa Habibullah

Kami rindu padamu”

*maaf kalau ada salah tulis di liriknya*

Seketika mata saya berkaca-kaca. Mungkin memang rindu, sosok kekasih Allah yang tak pernah saya jumpai, tapi sering baca dan dengar cerita tentangnya, tentang kemuliaan dan kesempurnaan akhlaknya, tentang besarnya cinta beliau kepada ummatnya, bahkan kepada ummat yang hidup ratusan tahun sepeninggalnya. Entah rindu, atau sedih membayangkan bagaimana beliau akan sangat sedih jika melihat kelakuan saya -yang lisannya mengaku sebagai ummatnya- yang masih banyak gak benernya ini, yang belum sempurna menjalankan agama Allah yang disampaikan olehnya, belum sempurna mempelajari dan mengamalkan Al-Quran yang diturunkan Allah kepadanya sebagai mukjizat. Bagaimana saya terkadang melupakannya, mengabaikan sunnahnya, atau bahkan secara sadar atau tidak, mengidolakan manusia selain dirinya.

Astaghfirullah Al-‘Azhiim

Ya Allah, tunjukilah kami hamba-Mu kepada jalan kebenaran, jauhkanlah kami dari jalan yang tidak Engkau ridhai, bantu kami untuk dapat menjaga hati ini agar tidak mencintai yang lain melebihi cinta kami pada-Mu

Yaa Allah, jika Engkau menghendaki, pertemukanlah kami dengan junjungan kami Rasulullah saw di akhirat kelak

Aaamiin yaa Rabbal ‘aalamiin

Wassalamu’alaikum.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s