(Lagi-lagi) tentang Mati

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Lagi-lagi tentang mati.

Beberapa hari terakhir (atau pekan, atau bulan?) ini sering baca berbagai informasi dan fakta tentang penyakit kanker. Berawal dari tuntutan salah satu mata kuliah untuk mencari topik dan melakukan penelitian terkait biomedical informatics. Setelah mencari dan membaca berbagai literatur, searching di sciencedirect.com dengan berbagai kata kunci, akhirnya memutuskan untuk memilih topik terkait kanker dan kemoterapi (dari sisi informatika), dan disetujui Bapak.

Cancer.net, salah satu situs yang menurut saya lengkap dan enak dibaca? (bahasanya mudah dimengerti orang awam, mungkin memang tujuannya untuk dibaca pasien/orang umum) dan topik yang menurut saya menarik juga. Situs ini dikembangkan dan kontennya diisi oleh ASCO (American Society of Clinical Oncology), jadi (sepertinya) dapat dipercaya kebenarannya.

Di sini saya belum akan bahas tentang apa isi situs tersebut. Tapi setiap explore situs tersebut, saya jadi sedih (?), mikir gimana perasaannya penderita kanker yang tahu seberapa parah dan menyeramkannya penyakit mereka, rendahnya survival rate, tingginya angka kematian, atau mungkin sudah divonis dokter hidupnya tidak akan lama lagi :” Selalu salut sama penderita kanker yang tetap berusaha kuat dan tabah menghadapi penyakitnya ini.

Nah. Tidak hanya empati dengan penderita kanker, ada hal lebih penting yang harus diingat dan disadari. Mati ga melulu harus sakit dulu, yang sakit ga melulu akan “pulang” duluan. Ada juga penderita kanker stadium atas yang peluang hidupnya ga nyampe 10%, tapi ternyata bisa bertahan hidup lebih lama lagi. Ada juga penderita kanker stadium awal yang kata dokter bisa sembuh, tapi akhirnya malah meninggal duluan. Atau ada juga yang gak sakit, gak kecelakaan, keadaannya baik-baik aja, tiba-tiba dicabut nyawanya oleh Malaikat Izrail :”

Dokter, ilmuwan, atau data scientist -yang memprediksi kematian akibat kanker dengan machine learning– hanya bisa prediksi berdasarkan pengalaman dan ilmu pengetahuan yang telah mereka kuasai. Tapi, takdir tentang kapan dan bagaimana kematian seseorang adalah ketentuan Allah. Tidak ada yang tahu pasti tentang kematian itu sendiri selain Yang Maha Kuasa. Yang menjadi suatu kepastian adalah setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, karena kita semua milik Allah dan hanya pada-Nya lah kita akan kembali. Kematian akan menghampiri kita, Malaikat Izrail akan datang menjemput kita atas perintah-Nya, cepat atau lambat.

Pertanyaan untuk diri sendiri, “Apakah sudah siap untuk menghadapi kematian itu? Apakah sudah siap untuk kehidupan pasca-kematian nanti? Apakah sudah mempersiapkan cukup bekal untuk di akhirat kelak?” :”

 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ (185)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S. Ali Imran (3): 185)

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156…)

…(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (Q.S. Al-Baqarah (2): 156)

 

Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat, khususnya bagi diri saya sendiri, dan siapapun yang membacanya, untuk terus memperbaiki diri, berjuang tidak hanya untuk kehidupan dunia, tapi juga akhirat.

Wallahu a’lam.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s