Yuk Berinfak!

albaqarah_261

Setiap perbuatan manusia pasti akan ada perhitungan dan pembalasannya. Perbuatan baik akan mendapat balasan yang indah dan pahala, begitupun perbuatan buruk juga akan dibalas dengan keburukan di kemudian hari. Begitu besar dan berlipatganda ganjaran bagi orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Diumpamakan ia seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, kemudian masing-masing tangkainya menghasilkan seratus biji.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Bagaimana infak sebaiknya dilakukan?

“Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 262)

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 263)

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti menginfakkan hartanya karena riya’ (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 264)

Dalam tiga ayat Al-Quran tersebut, Allah melarang pemberian infak yang disertai menyakiti perasaan orang lain dan riya’ atau ingin kebaikannya dilihat orang lain. Perumpamaan yang disebutkan pada ayat 264 menunjukkan bahwa infak yang diberikan dengan menyakiti perasaan orang lain dan riya’ percuma saja, ia tidak akan memperoleh apapun dari apa yang telah diinfakkannya.

Yuk perbanyak berinfak di jalan Allah swt., dan berhati-hatilah jangan sampai sifat riya’ tersebut menghinggapi diri kita. Luruskan niat, berinfak hanya untuk Allah swt. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s