Larangan Jilbab di Perancis

muslimah-perancis-300x200

Ketika kita merasakan kebebasan beragama di Indonesia, tahukah kalian, saudari-saudari kita di barat sana sedang mengalami masalah, yaitu sebuah bentuk diskriminasi berupa pelarangan jilbab dan burqa. Ya, Perancis telah menetapkan beberapa peraturan yang secara langsung ataupun tidak langsung melanggar penggunaan jilbab. Peraturan-peraturan tersebut di antaranya, kebijakan pelarangan penggunaan jilbab di sekolah-sekolah umum yang dikeluarkan pada tahun 1989. Pada tahun 2004, Perancis melarang penggunaan-penggunaan simbol-simbol keagamaan seperti salib, jilbab, dan topi Yahudi di tempat-tempat umum. Kebijakan terbaru adalah undang-undang yang melarang burqa (pakaian wanita yang hampir menutupi seluruh tubuhnya), bahkan bagi yang melanggar akan dikenai denda.

Perancis dikenal sebagai negara demokrasi, selain itu, negara ini juga dikenal akan prinsip-prinsip revolusi Perancis. Tiga prinsip revolusi Perancis tersebut antara lain Liberte (kebebasan), Egalite (kesetaraan), dan Fraternity (persaudaraan). Perancis juga terkenal sebagai negara penganut kuat paham sekularisme, yaitu pemisahan antara agama dengan kehidupan negara. Fakta-fakta tersebut yang menjadi alasan diberlakukannya larangan penggunaan simbol-simbol agama, termasuk jilbab dan burqa.

Tetapi, satu hal yang terasa ganjil, yaitu mengenai pelarangan burqa yang sampai dicantumkan dalam peraturan setinggi undang-undang. Padahal, populasi muslimah yang mengenakan burqa hanya sekitar 2000 orang, sangat minoritas di Perancis dan seharusnya tidak akan berpengaruh besar. Apalagi, muslimah-muslimah yang mengenakan burqa bukanlah sebuah ancaman yang perlu ditakutkan, mereka bukan teroris ataupun pelaku kriminal, mereka hanya berpakaian sesuai kepercayaan dan keinginannya. Burqa yang bukan merupakan pakaian wajib umat muslim menjadi alasan dibuatnya undang-undang berkaitan dengan hal ini. Apakah ini merupakan salah satu indikasi adanya islamophobia?

Sebenarnya bukan hanya Perancis yang melarang penggunaan jilbab ataupun burqa, beberapa negara lain, terutama di Eropa, seperti misalnya Belgia, Spanyol, Belanda, Italia, memberlakukan larangan ini.

Jilbab adalah sejenis baju kurung yang lapang yang menutup kepala, leher, dan dada. Sementara burqa adalah pakaian yang menutupi tubuh dari kepala hingga ujung kaki, hanya menyisakan celah sedikit di sekitar mata. Jilbab merupakan bagian dari agama Islam dan wajib dikenakan bagi wanita muslimah. Sementara penggunaan burqa juga merupakan keyakinan dari penggunanya untuk lebih menjaga diri mereka, termasuk dari fitnah.

Sesungguhnya pelarangan penggunaan jilbab dan burqa ini melanggar hak asasi manusia. Dalam kasus ini, hak kebebasan beragama tidak ditegakkan. Selain itu, bukankah cara berpakaian merupakan hak masing-masing individu, selama itu tidak mengganggu dan merugikan orang lain. Pelarangan jilbab dan burqa juga merupakan salah satu bentuk diskriminasi terhadap suatu kelompok dan mengindikasikan adanya islamophobia dan gerakan anti-Islam.

Sumber:

secangkir-gagasan.blogspot.com

www.republika.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s